18/08/2013

PAGELARAN SENI DAN BUDAYA

- GERHANA REMBULAN -
Gerhana rembulan hampir total, sinar matahari tidak sampai kepermukaan rembulan karna ditutupi oleh bumi, sehingga dengan sendirinya bumi menjadi gelap, dan dalam kegelapan segala yang buruk akan berlangsung, orang tidak lagi mengenal satu sama lain, orang bertabrakan satu sama lain, orang saling menghujat satu sama lain, bahkan orang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana perak mana emas dan mana loyang, mana nasi dan tinja…

Gerhana rembulan hampir total melanda negeri ini, kegelapan mengepung dari berbagai sudut, kita bahkan hampir tidak mengenal satu sama lain, kita bertabrakan dengan saudara-saudara sebangsa. Bahkan kita saling mencederai satu sama lain sebagai anak-anak ibu pertiwi atas ego dan kepentingan!. Bahkan dengan sadar kita menjadi pribadi-pribadi yang arogan, memaksakan kehendak atas hak saudara-saudara kita yang lain!

Gerhana rembulan hampir total, dan yang paling kita butuhkan saat ini adalah cahaya dari matahari. Matahari adalah lambang Tuhan, sinar matahari adalah rahmat Ilahi. Rembulan adalah kekasih Allah, para Nabi, para Rasul para Wali para Pujangga atau siapapun mereka, yang pasti mereka tengan berjuang mamantulkan nilai-nilai kebenaran dan layak menjadi kekasiNya.

Gerhana rembulan hampir total, pilihanku dan pilihanmu adalah… apakah kita akan menjadi bumi yang menghalangi sinar matahari untuk sampai kepermukaan rembulan, sehingga selamanya negeri kita dilanda kegelapan! Atau kita berfungsi menjadi rembulan, kita sorong diri kita bergeser kearah yang lebih tepat, agar kita dapatkan sinar matahari dan kita pantulkan nilai-nilai kebenaran itu kembali ke bumi!

Gerhana rembulan tengah berlangsung, dan dari sudut bumi yang lain kami tengah mengeja sepotong doa dari serambi malam…

Ampuni kami ya Allah… yang lalai menjaga harmonisasi yang seimbang antar sesama. Ampuni kami ya Gaffar… kami tidak pandai berbagi, kami justru tertatih untuk berebut dan menang sendiri. Susah kami untuk jujur pada kebenaran langkah kami berdasar pada senang atau tak senang. Ya Rahman… kalau engkau tidak menolong kami, akan bagaimana nasib kami, bangsa kami, negeri kami… tolong kami ya Allah..!

Kuala Enok, 16 Agustus 2013
-Legosh Malinta-

Orasi budaya dalam rangka memperingati HUT Oi ke-14 dan menyambut HUT RI ke-68 ini, ditulis dan dibacakan langsung dengan penuh intonansi dan ekspresi oleh putra Kuala Enok ‘LEGOSH MALINTA’, dimalam Pagelaran Seni dan Budaya dengan tema “MENATA JATI DIRI” oleh Aliansi Mahasiswa Kec. Tanah Merah dan BPK Oi Indragiri Hilir, pada tanggal 16 Agustus 2013 di Pendopo Kantor Camat Kecamatan Tanah Merah. (Admin)

Untuk dapat terus menikmati LENSA KUALA TERAPUNG
'KLIK' iklan yang ada di Blogg ini atau 'DONASI' Anda di CONTACT
advertisement